Aku tak pernah tahu
Kenapa kesunyian begitu indah
Disaat orang orang mengutuk kegelapan
Aku mendambakan kegelapan itu serta kesunyian yang mengiringinya
Hanya satu yang bisa kumengerti
Kedamaian….ya, kutemukan kedamaian disana
Kudapatkan ketenangan di dinding-dinding sunyi kegelapan
Kuraup rakus pijar pijar damai yang terlontar deras
Dari sukmaku yang selalu haus akan indahnya sunyi….
Jujur…..
Aku tak pernah tahu…
Apakah Tuhanku pernah muncul dalam indahnya sunyiku??
Apakah aku pernah merasakanNya dalam hening gelap ku??
Entahlah…….
Aku ingin merasakanNya hadir dalam sunyiku
Kuingin hatiku basah oleh air kerinduan kepada Nya…
Seperti damainya hatiku dalam sunyi...
Entahlah….
Apakah aku pantas????
Tuesday, February 2, 2010
aku tak tahu...
fakir..
Aku seorang fakir
Tanpa apa apa
Hanya mimpi yang masih kumiliki
Yang telah ku semai di bawah kaki mu
Maka berhati hatilah melangkah
Karna kau berjalan di atas mimpiku
kelam..
Kelam….
Malam menghadirkan pekatnya gelap
Sunyi…
Manusia kembali ke peraduannya
Lelap setelah lelah….
Tertatih mengikuti irama hari yang makin kejam
Bisikan itu mulai terdengar
Rendah dalam keheningan
Namun gelora itu tetap menghentak
Riuh di dada dan pekakkan gendang telinga
Salahkah takdir???
Salahkah zaman yang tak lagi ramah??
Salahkah dunia yang makin bengis??
Salahkah waktu yang berlari semakin kencang,
Tak lagi peduli pada tangan-tangan mungil,
yang coba menggapai dalam jerit
lalu terlempar dalam pusaran sejarah…
Tuhan…..wahai Tuhan……
Akankah semua tabir kan terkuak??
Akankah mentari pagi kembali ramah??
Akankah embun kembali sejukkan jiwa??
Akankah malam kembali hadir,
Dengan membawa kedamaian bagi semua????
Tuhan……
Sunday, January 25, 2009
Selamanya debu...
Aku adalah debu
Gamang dalam wujud keberadaan
Terombang ambing dalam semesta tak bertepi
Aku berasal dari kefanaan
Dan tertatih menuju kebinasaan
Aku adalah debu
Rapuh ditelan ombak kehidupan
Ringkih ditelan kubangan waktu
Sirna dalam bias pijar masa lalu
Hina di hadapan Penciptaku
Nista terpuruk dalam kesombongan semu
Aku adalah debu
Diantara arakan kusam sejarah
Hilang dalam pusaran badai tak bernama
Teombang ambing dalam simfoni semesta
Aku adalah debu
Selamanya debu
Darinya ku berasal
Kepadanya ku kembali
Aku adalah debu
Selamanya debu
Tiada yang dapat kubanggakan
Bagaimana mungkin
Kesombongan hinggap pada setitik debu..??
Aku adalah debu
Dan selamanya kan tetap debu
Monday, April 23, 2007
namamu
Namamu….
Setiap pagi
Di dalam siraman cahaya lembut mentari
Detak jantungku menciptakan melodi indah
Menyatu dalam satu kata : namamu
Saat sang surya meninggi
Menerangi tiap sudut alam kita
Darahku mengalir deras
Coba bermuara dalam satu wadah : namamu
Desiran angin di sore hari
Dendangkan semilir keindahan
Jiwaku terbuai dalam belaian suara alam
Menyusun indah rangkaian aksara
Dan membentuk namamu
Lalu,
Disaat purnama mulai bertahta
Bersemayam perkasa di singgasana malam
Berikan ketenangan bagi jiwa-jiwa yang lelah
Sukmaku menggelora
Pekikkan satu rahasia : namamu
Ketika kesunyian gelayuti jagat raya
Tanpa suara, tanpa irama
Desahan nafas selaksa bintang
Iringi kepakan sayapku
Melayang di angkasa kelam
Mencari namamu
Kuterus mencari
Kubisikkan pada butiran pasir laut
Kubisikkan pada karang-karang yang berdiri tegar
Kukabarkan pada nisan-nisan yang mendekam suram
Kuteriakkan pada tiap benda
Yang memenuhi tiap jengkal semesta
Sebuah kata
Hanya sebuah kata………namamu
Aku lelah.....
Aku merindukan namamu
Mereka memanggilmu dengan aneka irama
Dan aku
Akan tetap menyebutmu.....: CINTA
