Tuesday, April 24, 2007

angka 13

Mengapa 13 Dianggap Angka Sial?
Kamis, 15 Peb 07 16:17 WIB
Di seantero dunia terdapat bermacam-macam kepercayaan, mitos, dan legenda, yang tidak terhitung banyaknya. Bagi kaum rasionalis, kepercayaan-kepercayaan orang-orang tua ini seharusnya ikut mati sejalan dengan modernisasi yang merambah seluruh sisi kehidupan manusia. Namun demikiankah yang terjadi? Ternyata tidak.
Di dalam tatanan masyarakat modern, kepercayaan-kepercayaan tahayul ini ternyata tetap eksis dan bahkan berkembang dan merasuk ke dalam banyak segi kehidupan masyarakatnya. Kepercayaan-kepercayaan ini bahkan ikut mewarnai arsitektural kota dan juga gedung-gedung pencakar langit.
Sebagai contoh kecil, di berbagai gedung tinggi di China, tidak ada yang namanya lantai 13 dan 14. Menurut kepercayaan mereka, kedua angka tersebut tidak membawa hoki. Di Barat, angka 13 juga dianggap angka sial. Demikian pula di berbagai belahan dunia lainnya. Kalau kita perhatikan nomor-nomor di dalam lift gedung-gedung tinggi dunia, Anda tidak akan jumpai lantai 13. Biasanya, setelah angka 12 maka langsung ‘loncat’ ke angka 14. Atau dari angka 12 maka 12a dulu baru 14. Fenomena ini terdapat di banyak negara dunia, termasuk Indonesia.
Mengapa angka 13 dianggap angka yang membawa kekurang-beruntungan? Sebenarnya, kepecayaan tahayul dan aneka mitos yang ada berasal dari pengetahuan kuno bernama Kabbalah. Kabalah merupakan sebuah ajaran mistis kuno, yang telah dirapalkan oleh Dewan Penyihir tertinggi rezim Fir’aun yang kemudian diteruskan oleh para penyihir, pesulap, peramal, paranormal, dan sebagainya—terlebih oleh kaum Zionis-Yahudi yang kemudian mengangkatnya menjadi satu gerakan politis—dan sekarang ini, ajaran Kabbalah telah menjadi tren baru di kalangan selebritis dunia.
Bangsa Yahudi sejak dahulu merupakan kaum yang secara ketat memelihara Kabbalah. Di Marseilles, Perancis Selatan, bangsa Yahudi ini membukukan ajaran Kabbalah yang sebelumnya hanya diturunkan lewat lisan dan secara sembunyi-sembunyi. Mereka juga dikenal sebagai kaum yang gemar mengutak-atik angka-angka (numerologi), sehingga mereka dikenal pula sebagai sebagai kaum Geometrian.
Menurut mereka, angka 13 merupakan salah satu angka suci yang mengandung berbagai daya magis dan sisi religius, bersama-sama dengan angka 11 dan 666. Sebab itu, dalam berbagai simbol terkait Kabbalisme, mereka selalu menyusupkan unsur angka 13 ke dalamnya. Kartu Tarot misalnya, itu jumlahnya 13. Juga Kartu Remi, jumlahnya 13 (As, 2-9, Jack, Queen, King).
Penyisipan simbol angka 13 terbesar sepanjang sejarah manusia dilakukan kaum ini ke dalam lambang negara Amerika Serikat. The Seal of United States of America yang terdiri dari dua sisi (Burung Elang dan Piramida Illuminati) sarat dengan angka 13. Inilah buktinya:-13 bintang di atas kepala Elang membentuk Bintang David. -13 garis di perisai atau tameng burung. -13 daun zaitun di kaki kanan burung. -13 butir zaitun yang tersembul di sela-sela daun zaitun. -13 anak panah. -13 bulu di ujung anak panah. -13 huruf yang membentuk kalimat ‘Annuit Coeptis’-13 huruf yang membentuk kalimat ‘E Pluribus Unum’-13 lapisan batu yang membentuk piramida. -13 X 9 titik yang mengitari Bintang David di atas kepala Elang.
Selain menyisipkan angka 13 ke dalam lambang negara, logo-logo perusahaan besar Amerika Serikat juga demikian seperti logo McDonalds, Arbyss, Startrek. Com, Westel, dan sebagainya. Angka 13 bisa dilihat jika logo-logo ini diputar secara vertikal. Demikian pula, markas besar Micosoft disebut sebagai The Double Thirteen atau Double-13, sesuai dengan logo Microsoft yang dibuat menyerupai sebuah jendela (Windows), padahal sesungguhnya itu merupakan angka 1313.
Uniknya, walau angka 13 bertebaran dalam berbagai rupa, bangsa Amerika rupa-rupanya juga menganggap angka 13 sebagai angka yang harus dihindari. Bangunan-bangunan tinggi di Amerika jarang yang menggunakan angka 13 sebagai angka lantainya. Bahkan dalam kandang-kandang kuda pacuan demikian pula adanya, dari kandang bernomor 12, lalu 12a, langsung ke nomor 14. Tidak ada angka 13.
Kaum Kabbalis sangat mengagungkan angka 13, selain tentu saja angka-angka lainnya seperti angka 11 dan 666. Angka ini dipakai dalam berbagai ritual setan mereka. Bahkan simbol Baphomet atau Kepala Kambing Mendez (Mendez Goat) pun dihiasi simbol 13. Itulah sebabnya angka 13 dianggap sebagai angka sial karena menjadi bagian utama dari ritual setan.(Rz)
http://www.eramuslim.com/news/tha/45d41057.htm?rel

Read More..

Monday, April 23, 2007

namamu

Namamu….

Setiap pagi
Di dalam siraman cahaya lembut mentari
Detak jantungku menciptakan melodi indah
Menyatu dalam satu kata : namamu

Saat sang surya meninggi
Menerangi tiap sudut alam kita
Darahku mengalir deras
Coba bermuara dalam satu wadah : namamu

Desiran angin di sore hari
Dendangkan semilir keindahan
Jiwaku terbuai dalam belaian suara alam
Menyusun indah rangkaian aksara
Dan membentuk namamu

Lalu,
Disaat purnama mulai bertahta
Bersemayam perkasa di singgasana malam
Berikan ketenangan bagi jiwa-jiwa yang lelah
Sukmaku menggelora
Pekikkan satu rahasia : namamu

Ketika kesunyian gelayuti jagat raya
Tanpa suara, tanpa irama
Desahan nafas selaksa bintang
Iringi kepakan sayapku
Melayang di angkasa kelam
Mencari namamu

Kuterus mencari
Kubisikkan pada butiran pasir laut
Kubisikkan pada karang-karang yang berdiri tegar
Kukabarkan pada nisan-nisan yang mendekam suram
Kuteriakkan pada tiap benda
Yang memenuhi tiap jengkal semesta
Sebuah kata
Hanya sebuah kata………namamu

Aku lelah.....
Aku merindukan namamu
Mereka memanggilmu dengan aneka irama
Dan aku
Akan tetap menyebutmu.....: CINTA

Read More..

untuk indonesia

Dicari : Pemimpin bertangan besi

Indonesia sarat dengan berbagai masalah yang membutuhkan penyelesaian menyeluruh di setiap bidang masing-masing. Masalah ekonomi yang masih mencoba bangkit dari keterpurukan, pendidikan nasional yang memprihatinkan, kemiskinan yang terus meningkat, lapangan pekerjaan yang semakin jarang, mafia-mafia pengadilan yang semakin merajalela, penyuapan dan berbagai macam uang pelicin hampir di setiap birokrasi, para koruptor yang kabur dan bebas berkeliaran, hukum yang tidak pasti, krisis kepercayaan terhadap pemerintah, aksi-aksi teror dengan atas nama agama, permasalahan kerukunan umat antar beragama, semuanya terus menuntut penyelesaian yang tuntas bagi setiap pemerintahan. Sebagai seorang warga Negara yang turut pihatin dengan keterpurukan bangsa ini, sebuah pertanyaan besar terus menghantui pikiran saya, apakah kita membutuhkan seorang pemimpin bertangan besi untuk menyelesaikan berbagai masalah tersebut? Sebab ketika hukum yang ada sudah tidak mampu memberikan solusi yang tuntas, maka hukum tangan besi mungkin adalah solusi yang terakhir yang bisa diharapkan. How..???
Saya selalu percaya bahwa Indonesia adalah sebuah negeri yang kaya. Kita nyaris mempunyai seluruh kekayaan alam yang dapat menanggung kehidupan bangsa ini, dan menjadikan bangsa ini sebagai Negara terkaya di dunia. Saya pun selalu berandai-andai, bahwa andaikan aset bangsa ini diurus dengan baik dan jujur sejak awal kemerdekaan kita, maka saat ini seharusnya kita telah menjadi sebuah Negara maju yang kaya, makmur dan disegani di dunia. Hanya saja nafsu serakah para pengelola Negara selama 60 tahun ini telah menjerumuskan Negara ini kepada titik yang kita saksikan sekarang. Dan saya selalu percaya bahwa titik awal dari lingkaran setan yang membelenggu bangsa ini adalah korupsi yang dilakukan secara sistematis hampir di setiap instansi pemerintahan. Tidak ada satupun sektor yang menghasilkan uang bagi Negara, kecuali telah tersunat sebagian besarnya di tangan-tangan para koruptor yang saat ini duduk dengan santai melihat bangsa ini jatuh secara perlahan dan saat ini terus bergerak dengan cepat menuju kejatuhan tersebut.
Sebagian orang berpendapat bahwa keterpurukan ini disebabkan oleh kejatuhan ekonomi, bagaimana ekonomi tak jatuh apabila sebagian besar kekayaan alam ini hanya dinikmati oleh segelintir orang?? Dan kalau alasannya adalah bahwa kita kekurangan SDM, dan itu membutuhkan peningkatan mutu pendidikan nasional, dan menggalakkan pendidikan kepada setiap warga, maka kenyataan yang ada saat ini adalah bahwa pendidikan tinggi yang merupakan kawah candradimuka bagi penggodokan SDM yang berkualitas, hanya bisa dinikmati oleh orang-orang kaya. Dengan biaya masuk dan pendidikan di universitas-universitas maupun berbagai sekolah tinggi di negeri ini yang gila-gilaan, bagaimana mungkin rakyat kecil mampu melanjutkan pendidikan ? sementara mereka harus berkutat memikirkan sepiring nasi...? maka solusinya, pemerintah harus memberikan subsidi pendidikan dan mengalokasikan anggaran yang cukup untuk sektor pendidikan, sehingga mampu menekan biaya tinggi yang dipatok setiap perguruan tinggi. Serta memberikan beasiswa-beasiswa bagi para siswa yang tak mampu. Dananya?? Saya amat yakin bahwa sebenarnya negara ini mampu mengalokasikan dana pendidikan melebihi alokasi dana pendidikan yang diberikan di tiap negara maju...ya kita mampu. Tapi dengan syarat pemerintah harus berani dan dengan tangan besi menghukum para koruptor, mengembalikan uang negara yang dikorupsi, menyita aset-aset mereka yang dihasilkan dari uang korupsi, serta memberantas penyakit korupsi ini dengan tuntas. Caranya ? dengan tangan besi tentunya..!! hukum mati para koruptor, bahkan kalau perlu tanpa harus melalui proses peradilan yang berbelit-belit dan berujung kepada kebebasan para koruptor tersebut. Bagaimana tidak ? sementara selama proses pengadilan, puluhan miliar uang sogokan telah berseliweran di saku para hakim. Dengan kualitas peradilan yang seperti ini, bagaimana mungkin kita mempercayai pengadilan kita dalam menghukum para koruptor. Dan pada akhirnya bagaimana mungkin kita mampu mendambakan kesejahteraan bagi bangsa ini ???
Jangan pernah mengampuni para koruptor. Itu intinya...!! ingat bahwa uang yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan pendidikan, dan memberikan peluang kepada setiap anak bangsa ini mengecap pendidikan yang layak telah masuk ke dalam kantong para koruptor. Uang yang seharusnya digunakan untuk memberantas kemiskinan, menciptakan ribuan lapangan pekerjaan, telah hilang amblas di telan para koruptor. Uang yang seharusnya digunakan untuk pembangunan negeri ini, dari sabang sampai merauke dan menciptakan keseimbangan yang didambakan antara pusat dan daerah juga ikut disabet para koruptor. Dan uang yang seharusnya digunakan untuk peningkatan kesehatan setiap warga, dan menyelamatkan mereka yang tersiksa karena busung lapar, mereka yang harus tidur beralaskan bumi dan beratapkan langit hampir di setiap penjuru negeri ini, juga ikut dihajar oleh para koruptor. So, dalam berurusan dengan para koruptor, kita sekali lagi butuh seorang pemimpin bertangan besi.
Saat ini, hampir setiap hari kekayaan alam kita dikeruk oleh tangan-tangan rakus yang tidak bertanggung jawab. Berapa ribu hektar hutan yang dilumat setiap harinya dan kayu-kayunya diselundupkan ke luar negeri untuk mempertebal kantong-kantong koruptor dan pada saat yang sama mencekik leher bangsa ini. Berapa ton ikan di perairan kita yang dicuri setiap harinya, sementara kita tak bisa berbuat apa-apa. Kalau alasannya adalah bahwa kita kekurangan tenaga untuk mengawasi luasnya hutan dan perairan kita, maka alasan ini tidak dapat diterima. Sebab, berapa banyak pemuda bangsa ini yang belum mendapat pekerjaan ? jutaan dari mereka menunggu dan terus berharap untuk dapat keluar dari belenggu pengangguran. Dan kalau alasannya adalah kurangnya dana untuk menggaji mereka, maka kalau kita andaikan bahwa kita membutuhkan sekitar lima ribu orang dengan gaji masing-masing dua juta perbulan, maka kita hanya membutuhkan sepuluh miliar untuk mengamankan triliunan kerugian yang harus diderita setiap bulannya apabila kita terus membiarkan pencurian kayu dan ikan di perairan kita berlangsung. Jadi, disamping memberikan peluang kerja bagi ribuan anak bangsa, pada saat yang sama kita juga menyelamatkan aset masa depan yang nilainya triliunan rupiah. Jadi, tinggal pilih. Harus kehilangan triliunan rupiah perbulan dengan tetap berdalih akan kurangnya dana untuk insentif penjaga, atau mengeluarkan beberapa miliar perbulan demi mengamankan triliunan rupiah aset negara...???
Apalagi kalau kita melihat berapa banyak uang negara yang dihambur-hamburkan mereka yang berpredikat sebagai wakil rakyat ? berapa puluh miliar yang mereka habiskan untuk jalan-jalan ke luar negeri pada saat ribuan rakyat negara ini berteriak kelaparan, dan dengan mudahnya mereka berkata bahwa mereka pergi untuk melakukan studi banding. Studi banding apa ? dan mana hasil studi yang mereka maksudkan ? sampai sejauh mana perbaikan yang mampu mereka lakukan sebagai hasil langsung dari studi-studi tersebut..? apakah mereka sudah tidak mempunyai alasan lain yang bisa dipakai untuk mengibuli rakyat ? apakah gaji bersih 30 juta yang diberikan negara ini kepada mereka perbulan- pada saat masih banyak keluarga miskin yang harus puas dengan 200.00 perbulan-, ditambah berbagai tunjangan lainnya belum cukup bagi nafsu-nafsu serakah mereka..? saat ini saya mulai pecaya dan terus bertambah yakin bahwa kebanyakan wakil rakyat kita telah kehilangan hati nurani, bahkan jiwa kemanusiaan pun telah kehilangan tempat di hati mereka. Artinya, rakyat telah salah dalam memilih wakil di DPR, dan artinya lagi kalau dilihat dari sisi ini, maka pemilu 2004 telah gagal total...!!! dan yang lebih menyakitkan adalah ketika para wakil rakyat itu terus menuntut tunjangan-tunjangan lain dan peningkatan dana-dana rapat dan lainnya dengan alasan bahwa apa yang saat ini diterima belum mencukupi...masya Allah...!! mereka beruntung karena saya bukanlah Tuhan. Sebab kalau saja saya Tuhan maka saya telah menjatuhkan azab yang amat pedih bagi mereka sejak jauh hari.

Read More..

Ashabul Kahfi

PARA PENGHUNI GOA
PARA PENGHUNI GOA
“Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) prasasti itu, mereka, termasuk tanda-tanda Kami yang mengherankan.” (QS. Al Kahfi, 18: 9) !
Surat ke-18 Al Quran yang dinamakan “Al Kahfi” yang berarti “gua”, menceritakan tentang sekelompok pemuda yang berlin-dung di sebuah gua untuk bersembunyi dari penguasa yang meng-ingkari Allah dan melakukan penindasan dan ketidakadilan atas mereka yang beriman. Ayat-ayat yang menerangkan tentang hal ini adalah sebagai berikut :
“Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) prasasti itu, mereka termasuk tanda-tanda Kami yang mengherankan? (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurna-kanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.
Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu, ke-mudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung bera-pa lamanya mereka tinggal (di dalam gua itu). Kami menceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesung-guhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk; dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri lalu mereka berkata: “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesung-guhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”. Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemuka-kan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka). Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah? Dan apabila kamu meninggalkan mere-ka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang ber-guna bagimu dalam urusan kamu. Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang me-reka dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka, tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka.
Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling berta-nya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini)?”. Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah satu orang di antara ka-mu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan hal-mu kepada seorang pun.
Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya me-reka akan melempar kamu dengan batu atau memaksamu kembali kepada agama mereka dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.”
Dan demikianlah (Kami) mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata: “Dirikanlah sebuah ba-ngunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya”. Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mere-ka) adalah tiga orang, yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: “(Jumlah mereka) adalah lima orang, yang ke-enam adalah anjingnya,” sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: “(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya.” Katakanlah: “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bi-langan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu janganlah kamu (Mu-hammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemu-da itu) kepada seorang pun di antara mereka.
Dan janganlah sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu; “Se-sungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah.” Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku memberiku petun-juk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini”. Dan mere-ka tinggal di dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).
Katakanlah: ”Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka ting-gal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pen-dengaran-Nya; tak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain daripada-Nya, dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi seku-tu-Nya dalam menetapkan keputusan.” (QS. Al Kahfi, 18: 9-26) !
Menurut kepercayaAn yang umum, para Penghuni Gua yang dipuji baik oleh sumber Islam maupun Nasrani, adalah korban dari tirani yang kejam dari Decius, kaisar Romawi. Karena menghadapi penindasan dan kesewenang-wenangan Decius, para pemuda ini memperingatkan kaum-nya berulang kali untuk tidak meninggalkan agama Allah. Ketidakacuh-an kaum mereka terhadap penyampaian risalah tersebut, meningkatnya penindasan kaisar, dan ancaman pembunuhan terhadap mereka, mem-buat mereka meninggalkan tempat tinggal mereka.
Sebagaimana dibenarkan dokumen-dokumen sejarah, pada saat itu, banyak kaisar yang melaksanakan kebijakan teror, penindasan dan kese-wenang-wenangan secara meluas terhadap mereka yang memegang agama Nasrani yang awal dalam bentuknya yang asli dan murni.
Dalam sebuah surat yang ditulis oleh Gubernur Romawi Pilinius (69-113 M) yang berada di Barat Laut Anatolia kepada Kaisar Trayanus, ia merujuk sekelompok Messiah (Nasrani) yang dihukum karena menolak menyembah patung kaisar. Surat ini adalah salah satu dokumen terpen-ting yang menyebutkan penindasan yang menimpa orang-orang Nasrani pada masa awalnya. Dalam situasi demikian, para pemuda ini, yang diperintahkan untuk tunduk kepada sistem yang non-agamis dan untuk menyembah kaisar sebagai tuhan selain Allah, tidak menerima ini dan berkata:
“Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran. Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka). Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?” (QS. Al Kahfi, 18: 14-15) !
Sehubungan dengan daerah tempat tinggal Para Penghuni Gua, ter-dapat beberapa pandangan yang berbeda. Di antaranya yang paling bisa diterima akal adalah daerah Ephesus dan Tarsus.
Hampir semua sumber Nasrani menunjuk Ephesus sebagai lokasi dari Gua tempat para pemuda beriman ini berlindung. Beberapa peneliti Muslim dan pengamat Al Quran bersepakat dengan kaum Nasrani ten-tang Ephesus. Beberapa lainnya, menerangkan dengan terperinci bahwa tempat itu bukanlah Ephesus, dan kemudian berusaha untuk membukti-kan bahwa kejadiannya adalah di Tarsus. Dalam penelitian ini, kedua alternatif ini akan dibahas. Walau begitu, semua peneliti dan pengamat, termasuk kalangan Kristen mengatakan bahwa kejadian tersebut berlang-sung pada masa Kaisar Romawi Decius (disebut juga sebagai Decianus) sekitar tahun 250 M.
Decius, bersama dengan Nero, dikenal sebagai kaisar Romawi yang menyiksa kaum Nasrani dengan amat kejam. Dalam masa pemerintahan-nya yang singkat, ia mensahkan suatu hukum yang memaksa semua orang di bawah kekuasaannya untuk melakukan persembahan terhadap dewa-dewa Romawi. Setiap orang diwajibkan untuk melakukan persem-bahan ini dan lebih jauh lagi, mendapatkan sertifikat yang menyatakan bahwa mereka telah melakukannya, yang harus mereka tunjukkan kepa-da petugas pemerintahan. Mereka yang tidak patuh akan dihukum mati. Dalam sumber-sumber Nasrani, dituliskan bahwa sebagian besar kaum Nasrani menolak tindakan musyrik ini dan melarikan diri dari “satu kota ke kota lain”, atau bersembunyi di perlindungan rahasia. Para Penghuni Gua kemungkinan besar adalah salah satu kelompok di antara kaum Nasrani awal ini.
Sementara itu, ada satu poin yang harus ditekankan di sini: Topik ini telah diceritakan dalam bentuk cerita oleh sejumlah ahli sejarah dan peng-amat Islam dan Kristen, dan berubah menjadi legenda akibat penambah-an banyak kepalsuan dan kabar burung. Namun demikian, kejadian ini adalah suatu kenyataan sejarah.
Apakah Para Penghuni Gua Ada di Ephesus?
Bersangkutan dengan kota tempat tinggal para pemuda ini dan gua tempat mereka berlindung, beberapa tempat ditunjukkan dalam berbagai sumber yang berbeda. Alasan utama untuk ini adalah: orang-orang ingin mempercayai bahwa orang-orang yang berani dan teguh hati seperti itu hidup di kotanya, dan sangat miripnya gua-gua di daerah tersebut. Seba-gai contoh, hampir di semua tempat ini terdapat tempat peribadatan yang katanya dibangun di atas gua.
Sebagaimana dikenal luas, Ephesus dianggap sebagai sebuah tempat suci bagi orang Nasrani, karena di kota tersebut ada sebuah rumah yang katanya dimiliki Perawan Maria dan kemudian berubah menjadi sebuah gereja. Jadi sangatlah mungkin bahwa para Penghuni Gua pernah hidup di salah satu di antara tempat-tempat suci tersebut. Bahkan, beberapa sumber Nasrani menyatakan kepastiannya bahwa itulah tempatnya.
Sumber tertua tentang hal ini adalah pendeta Syria bernama James dari Saruc (lahir 452 M). Ahli sejarah terkemuka, Gibbon, banyak mengutip dari penelitian James dalam bukunya yang berjudul The Decline and Fall of the Roman Empire (Kemunduran dan Keruntuhan Kekaisaran Romawi). Menurut buku ini, nama kaisar yang menyiksa ketujuh pemu-da Nasrani yang beriman tersebut dan memaksa mereka bersembunyi di dalam gua, adalah Decius. Decius memerintah Kekaisaran Romawi antara tahun 249-251 M dan masa kekuasaannya dikenal luas dengan penyiksaan yang ia lakukan terhadap para pengikut Isa (Jesus). Menurut para pengamat Islam, daerah tempat terjadinya peristiwa itu adalah “Aphesus” atau “Aphesos”. Menurut Gibbon, nama tempat ini adalah Ephesus. Terletak di pantai Barat Anatolia, kota ini merupakan salah satu pelabuhan dan kota terbesar dari kekaisaran Romawi. Saat ini, reruntuh-an kota ini dikenal sebagai “Kota Antik Ephesus”.
Nama kaisar yang memerintah di masa para Penghuni Gua terba-ngun dari tidur mereka yang panjang adalah Tezusius menurut para peneliti Muslim, dan Theodosius II menurut Gibbons. Kaisar ini meme-rintah antara tahun 408-450 M, setelah kekaisaran Romawi berubah memeluk agama Nasrani.
Dengan merujuk kepada ayat di bawah ini, dalam beberapa tempat disebutkan bahwa pintu masuk gua menghadap ke utara, sehingga sinar matahari tidak dapat masuk. Dengan demikian, orang yang melewati gua tidak dapat melihat sama sekali apa yang ada di dalamnya. Ayat Al Quran yang berkaitan dengan hal ini mengatakan :
“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.” (QS. Al Kahfi, 18: 17) !
Ahli Arkeologi Dr. Musa Baran menunjuk Ephesus sebagai tempat kelompok pemuda beriman ini hidup, dalam bukunya yang berjudul “Ephesus”, ia menambahkan:
Di tahun 250 SM, tujuh orang pemuda yang hidup di Ephesus memilih untuk memeluk Nasrani dan menolak keberhalaan. Saat mencoba untuk mencari jalan keluar, para pemuda ini menemukan sebuah gua di lereng timur Gunung Pion. Tentara Romawi melihat ini dan membangun dinding di pintu gua tersebut. 45
Saat ini, diketahui bahwa di atas reruntuhan tua dan kuburan ini ba-nyak didirikan bangunan religius. Penggalian yang dilakukan oleh Instit-ut Arkeologi Austria pada tahun 1926 mengungkapkan bahwa reruntuh-an yang ditemukan di lereng timur Gunung Pion berasal dari bangunan yang didirikan atas nama para Penghuni Gua di pertengahan abad ke-7 (selama pemerintahan Theodosius II). 46
Apakah Para Penghuni Gua Ada di Tarsus ?
Tempat kedua yang diajukan sebagai tempat Penghuni Gua pernah hidup adalah Tarsus. Memang, terdapat sebuah gua yang mirip dengan gua yang disebutkan dalam Al Quran, yang terletak di sebuah gunung yang dikenal sebagai Encilus atau Bencilus, di Barat Laut Tarsus.
Gagasan bahwa Tarsus adalah tempat yang tepat adalah pandangan dari banyak ilmuwan Islam. Salah seorang ahli tafsir Al Quran terkemu-ka, Ath-Thabari menetapkan bahwa nama gunung tempat gua tersebut berada adalah “Bencilus” dalam kitabnya yang berjudul “Tarikh Al Umam, dan menambahkan bahwa gunung ini terletak di Tarsus.47
Juga, ahli Tafsir Al Quran lain bernama Muhammad Amin menyata-kan bahwa nama gunung tersebut adalah “Pencilus” dan berada di Tarsus. Nama yang diucapkan sebagai “Pencilus” kadangkala diucapkan sebagai “Encilus”. Menurutnya, perbedaan antar kata-kata itu disebab-kan perbedaan pengucapan huruf “B” atau oleh hilangnya huruf dari kata aslinya, yang disebut dengan “abrasi kata-kata historis”.48
Fakhruddin Ar-Razi seorang ulama Al Quran terkenal lainnya, men-jelaskan dalam karyanya bahwa “meskipun tempat ini disebut Ephesus, tujuan dasarnya di sini adalah untuk mengatakan Tarsus, karena Ephesus hanyalah nama lain dari Tarsus”. 49
Sebagai tambahan, dalam Tafsir Qadi Al Baidhawi dan An-Nasafi, dalam Tafsir Al Jalalain dan At-Tibyan, dalam komentar dari Elmali dan O. Nasuhi Bilman, dan banyak ulama lainnya, tempat ini ditunjuk sebagai “Tarsus”. Di samping itu, semua ahli tafsir ini menerangkan bahwa kalimat dalam ayat 17, “matahari ketika terbit condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri” dengan mengatakan bahwa mulut gua di pegunungan menghadap ke utara. 50
Tempat tinggal Para Penghuni Gua juga menjadi pokok perhatian pa-da masa kekaisaran Turki Utsmani dan sejumlah penelitian dilakukan terhadap hal ini. Terdapat beberapa korespondensi dan pertukaran infor-masi tentang hal ini dalam arsip kementerian Utsmani. Sebagai contoh, dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada Penguasa Perbendaharaan Negara Turki oleh pemerintahan lokal Tarsus, ada sebuah permintaan resmi dan lampiran yang menyebutkan permintaan mereka untuk mem-beri gaji kepada orang-orang yang berurusan dengan pembersihan dan pemeliharaan gua Ashabul Kahfi (Para Penghuni Gua). Jawaban terhadap surat ini menyatakan bahwa agar gaji para pekerja itu bisa diambil dari perbendaharaan negara, perlu diselidiki apakah gua ini benar-benar tem-pat Para Penghuni Gua pernah berada. Penelitian yang dilakukan untuk tujuan ini sangat berguna dalam penentuan letak sebenarnya dari gua tersebut.
Dalam laporan yang dipersiapkan setelah suatu penyelidikan yang dilakukan oleh Dewan Nasional, dinyatakan: “Di sebelah utara Tarsus, sebuah propinsi Adana, terdapat sebuah gua di sebuah gunung yang dua jam jauhnya dari Tarsus, dan mulut gua tersebut menghadap ke utara sebagaimana dinyatakan dalam Al Quran.”51
Perdebatan yang berkembang tentang siapa para Penghuni Gua, di mana dan kapan mereka hidup, selalu mengarahkan pihak berwenang untuk mengadakan penelitian terhadap hal ini dan banyak komentar di-buat tentang hal ini. Namun belum satu pun komentar-komentar ini da-pat dipertimbangkan pasti, sehingga pertanyaan seperti: Pada periode mana para pemuda yang beriman ini hidup dan di mana gua yang dise-butkan dalam ayat-ayat tersebut, tetap ada tanpa jawaban yang menda-sar.
Bagian dalam dari gua di Ephesus yang dianggap sebagai gua yang ditempati Para Penghuni Gua.
Gua di Ephesus tampak dari luar.
Gua di Tarsus yang diduga ditempati Para Penghuni Gua

Read More..

Bersyukurlah

Bersyukurlah............

Jika populasi bumi berkurang hingga menjadi sebuah desa dengan hanya 100 orang penduduk, seperti apakah profil desa yang beragam ini jika seluruh perhitungan rasio kependudukan dianggap masih berlaku ?
Philip M Hartner MD dari fakultas kedokteran Stanford mencoba menemukan jawaban atas pertanyaan ini.
Berdasarkan analisanya, desa kecil bumi akan terdiri dari :
57 orang asia
21 orang eropa
14 orang berasal dari bagian bumi sebelah barat
8 orang afrika

52 perempuan
48 laki-laki

80 bukan kulit putih
20 kulit putih

89 heteroseksual
11 homoseksual

6 orang memiliki 59% dari seluruh kekayaan bumi,dan keenam orang tersebut seluruhnya berasal dari amerika serikat
80 orang tinggal di rumah-rumah yang tidak memenuhi standar
70 orang tidak dapat membaca
50 orang menderita kekurangan gizi
1 orang hampir meninggal
1 orang sedang hamil
1 orang memiliki latar belakang perguruan tinggi
1 orang memiliki komputer

Jika anda dtinggal di rumah yang baik, memiliki banyak makanan dan dapat membaca, anda adalah bagian dari kelompok terpilih.
Jika anda memiliki rumah yang baik, makanan, dapat membaca dan memiliki computer, anda bagian dari kelompok elit.
Jika anda bangun pagi ini dan merasa sehat, anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak akan dapat bertahan hidup minggu ini.
Jika anda tidak pernah merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara, kesakitan karena penyiksaan atau kelaparan, anda berada selangkah lebih maju dibandingkan 500 juta orang di dunia.
Jika anda dapat menghadiri pertemuan politik atau keagamaan tanpa merasa takut akan dilecehkan, ditangkap. Disiksa, atau mati, anda beruntung karena lebih dari 3 milyar orang di dunia tak dapat melakukannya.
Jika anda memiliki makanan di lemari pendingin, baju-baju di lemari pakaian, dan memiliki atap yang menaungi tempat anda beristirahat, anda lebih kaya dari 75 % penduduk di dunia ini.
Jika anda memiliki uang di bank, di dompet, dan mampu membelanjakan sebagian uang untuk menikmati hidangan di restoran, anda merupakan anggota dari 8% kelompok orang-orang kaya di dunia.
Jika orang tua anda masih hidup dan menikmati bahagianya kehidupan pernikahan mereka, maka anda termasuk salah satu dari kelompok orang yang dikategorikan langka, terutama di amerika serikat.
Jika anda mampu menegakkan kepala dengan senyuman di bibir dan merasa benar-benar bahagia, anda memiliki keistimewaan sendiri, karna sebagian besar orang tidak memperoleh kenikmatan tersebut.
Jika anda dapat membaca pesan ini, anda baru saja menerima karunia ganda, karena seeorang memikirkan anda, dan anda jauh lebih beruntung dibandingkan lebih dari 2 milyar orang yang tidak dapat membaca sama sekali.

Semoga anda menikmati hari yang indah ini. Hitunglah karunia keberuntungan anda, dan sampaikan hal ini kepada orang lain untuk mengingatkan bahwa sebenarnya, kita adalah orang-orang yang sangat beruntung.

Read More..